Berbagai permasalahan utama pembangunan yang dihadapi dan hendak diselesaikan oleh masyarakat dunia sebagaimana yang tercantum dalam Millenium Development Goals (MDG’s) menghendaki agar seluruh sektor, baik pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, saling bersinergi dan berkolaborasi untuk mewujudkan tujuan pembangunan tersebut. Di satu sisi, munculnya kesadaran dari kalangan dunia usaha (perusahaan) untuk ikut berpartisipasi dalam memecahkan berbagai permasalahan tersebut patut untuk didukung dan didorong agar terjadi percepatan dan fokus pengalokasian sumberdaya.
Dalam kontek Indonesia, bentuk partisipasi dunia usaha dalam pencapaian MDG meliputi beberapa sektor meliputi : pengentasan kemiskinan, penyediaan bahan pangan secara berkelanjutan, perluasan akses pendidikan berkualitas berbasis masyarakat, pemberdayaan perempuan, peningkatan kualitas dan perluasan akses layanan kesehatan, pencegahan kerusakan lingkungan dan pengembangan kemitraan bersama stakeholders.
Di sisi lain, muncul kesadaran di kalangan dunia usaha dan stakeholders lainnya bahwa untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di atas tidak bisa dilakukan dengan cara-cara yang instan. Permasalahan tersebut hanya bisa diselesaikan dengan pendekatan pemberdayaan dan pelibatan masyarakat secara langsung secara berkesinambungan. Sehingga tidaklah mungkin bagi kalangan dunia usaha yang mempunyai kepedulian sosial, kemudian melakukan upaya penyelesaian masalah tersebut hanya dengan memberikan sumbangan atau bantuan dalam sekali waktu. Dibutuhkan pendekatan yang lebih sistematis dengan kerangka kerja yang jelas agar program yang dilakukan benar-benar dapat memecahkan permasalahan tersebut.
Pola pendekatan inilah yang banyak dikenal dengan sebutan Investasi Sosial. Sebuah pendekatan yang memandang bahwa berpartisipasi dalam menyelesaikan permasalahan sosial bukan sekedar penghamburan sumberdaya, namun merupakan suatu investasi sosial yang dampaknya baru dapat dinikmati dalam jangka panjang. Mengingat belum semua kalangan dunia usaha dan stakeholders memahami pendekatan ini, maka diperlukan pihak-pihak yang terus mensosialisasikan pentingnya pendekatan ini dan melakukan penyadaran kepada semua pihak akan pentingnya pendekatan tersebut.
yang menginspirasi kami untuk mendirikan Social Investment Indonesia, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengembangkan dan menyebarkan spirit investasi sosial di Indonesia. Sebuah gerakan yang menekankan pentingnya penyelesaian masalah masyarakat pada pendekatan proses daripada berorientasi pada hasil semata. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, maka kami menyediakan berbagai layanan yang dapat menunjang visi dan misi kalangan dunia usaha dan stakeholders untuk berpartisipasi dalam penyelesaian berbagai permasalahan yang ada di masyarakat melalui program-program investasi sosial.
Kami percaya bahwa kami dapat ikut meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan maupun program pengembangan masyarakat yang diinisiasi oleh perusahaan. Melalui berbagai pendekatan yang kami miliki dan telah teruji secara empiris, kami yakin dapat memberikan kontribusi secara positif bagi perusahaan dan stakeholders lainnya.
Konsep kami dalam bermitra adalah dengan mengarahkan dunia usaha atau stakeholders agar mewujudkan tanggung jawab sosialnya melalui mekanisme investasi sosial untuk menjamin keberlanjutan dan dampak positif program. Investasi sosial sendiri dapat diartikan sebagai sebuah upaya untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dalam dimensi yang berkelanjutan, melibatkan masyarakat, menyentuh isu-isu yang strategis dan melakukan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, daripada hanya mengejar tujuan jangka pendek dan instan.
Kami sangat menghargai setiap komitmen perusahaan untuk mengalokasikan sumberdaya dalam memecahkan berbagai permasalahan tersebut. Oleh karena itu, kami akan menawarkan berbagai alternatif investasi sosial yang memungkinkan dilakukan oleh perusahaan dengan mempertimbangkan : fokus program, tipe bisnis, kelompok sasaran dan komitmen alokasi sumberdaya.